Home > All Articles > AS Roma Menatap Scudetto Keempat

AS Roma Menatap Scudetto Keempat

AS Roma merupakan salah satu klub besar dan populer di kompetisi Liga Italia dengan jutaan Romanisti dari seantero dunia yang setia mendukung. Meski diakui sebagai klub besar di Italia, jumlah scudetto yang dimiliki AS Roma hanya tiga saja, sangat jauh bila dibandingkan dengan Juventus yang telah meraih 29 scudetto, atau dengan Inter Milan dan AC Milan yang pernah 18 kali meraih scudetto.

Pada musim ini AS Roma membuat prestasi mengesankan memenangi enam laga awal di Serie A yang membuat AS Roma menjadi kandidat serius peraih scudetto. AS Roma telah membuat 17 gol (rata-rata hampir tiga gol di setiap laga) dan hanya kebobolan satu gol saja.

Penampilan luar biasa AS Roma di awal musim ini diluar perkiraan banyak pihak. Saat manajemen AS Roma menunjuk Rudi Garcia menjadi pelatih untuk menggantikan Aurelio Andreazzoli, banyak pengamat memprediksi AS Roma paling hebat hanya bisa bersaing untuk merebut tiket Liga Champions saja. Walau Rudi Garcia pernah berprestasi gemilang membawa Lille menjuarai Liga Prancis, para pengamat menyatakan bahwa Rudi Garcia belum cukup pengalaman untuk menaklukkan kompetisi seketat Liga Italia Serie A. Terlebih lagi di tiga musim sebelumnya AS Roma sedang terpuruk di kisaran peringkat 6 dan 7 klasemen Serie A.

Rudi Garcia langsung membuat gebrakan dengan melakukan perombakan besar-besaran di tubuh timnya. Kiper Maarten Stekelenburg yang tampil buruk musim lalu dilepas ke Fulham dan digantikan oleh kiper veteran Morgan De Sanctis yang beberapa musim terakhir sukses bersama Napoli. Perginya dua penyerang yang musim lalu menjadi pencetak gol terbanyak AS Roma di Serie A,  Pablo Osvaldo dan Erik Lamela digantikan oleh Gervinho dan Adem Ljajic. Lemahnya sekktor pertahanan AS Roma musim lalu membuat Rudi Garcia berani membeli mahal bek Udinese, Mehdi Benatia serta merekrut Maicon yang tak terpakai di Manchester City. Pensiunnya gelandang tengah veteran Simone Perrotta segera diantisipasi Rudi Garcia dengan merekrut kapten PSV Eindhoven Kevin Strootman yang dibeli mahal senilai 17 juta Euro.

Bergabungnya Morgan De Sanctis yang penuh pengalaman tampil di kompetisi level atas, membuat gawang AS Roma sulit dibobol lawan. Penampilan De Sanctis mengingatkan banyak orang kepada penampilan kiper utama AS Roma saat meraih scudetto terakhir pada musim 2000-2001, Francesco Antonioli.

Mehdi Benatia tampil lugas mengawal pertahanan AS Roma berduet dengan bek asal Brasil, Leandro Castan. Benatia juga cukup rajin membantu penyerangan dalam skema bola mati. Hingga giornata keenam Benatia telah mencetak dua gol buat AS Roma. Duet Benatia- Leandro Castan mengingatkan kita kepada duet bek sentral Walter Samuel-Antonio Carlos Zago yang sukses membawa Roma meraih scudetto 2000-2001. Sedangkan Maicon mampu kembali menemukan permainan terbaiknya setelah sempat terpuruk di Manchester City.

Hadirnya Kevin Strootman di lini tengah membuat AS Roma menjadi seimbang saat menyerang dan bertahan. Belum lagi visi permainan Strootman sekelas dengan Daniele Rossi yang membuat duet keduanya mampu membuat alur serangan AS Roma menjadi lebih tajam dan dapat membantu peran Totti dalam mengatur serangan.

Peran Francesco Totti pun diubah Rudi Garcia mengingat usia kapten AS Roma ini telah memasuki 37 tahun. Totti tak lagi sepenuhnya dijadikan playmaker, namun dijadikan peneyerang lubang di tengah depan yang menyuplai bola kepada dua penyerang sayap,Gervinho dan Alessandro Florenzi. Hasilnya pun menjadi positif, Totti tak cepat terkuras habis staminanya dan juga membantu membuka celah pertahanan lawan tanpa harus banyak berlari karena menjadi target-man. Assist Totti sudah mencapai enam hingga giornata 6, dan Florenzi serta Gervinho masing-masing telah mencetak 3 gol yang berawal dari umpan Totti.

Melihat skema permainan AS Roma dibawah asuhan Rudi Garcia, maka tak berlebihan bila penulis menyatakan AS Roma menatap scudetto keempat pada musim ini.

 
PEMAIN INTI AS ROMA SAAT MERAIH SCUDETTO 2000-2001PEMAIN INTI AS ROMA HINGGA GIORNATA 1-6 MUSIM INI
  • [gk] Francesco Antonioli
  • [cb] Antonio Carlos Zago
  • [cb] Walter Samuel
  • [rb] Marcos Cafu
  • [lb] Vincent Candela
  • [cm] Damiano Tommasi
  • [cm] Cristiano Zanetti
  • [cm] Eusebio Di Francesco
  • [fwd] Francesco Totti
  • [fwd] Marco Delvecchio
  • [fwd] Gabriel Batistuta
  • [gk] Morgan De Sanctis
  • [cb] Mehdi Benatia
  • [cb] Leandro Castan
  • [rb] Douglas Maicon
  • [lb] Federico Balzaretti
  • [cm] Daniele De Rossi
  • [cm] Kevin Strootman
  • [cm] Miralem Pjanic
  • [fwd] Alessandro Florenzi
  • [fwd] Gervinho
  • [fwd] Francesco Totti

 

 

Check Also

Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club (Odds 0 - 3/4) Karakteristik Tim Sevilla KekuatanMenyerang melalui sayapSangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>