Home > All Articles > Piala AFF: Rahasia Timnas Atasi Singapura
Andik Vermansyah
photobucket

Piala AFF: Rahasia Timnas Atasi Singapura

Piala AFF (Kuala Lumpur), ulasbola.com  Sorak-sorai pecinta sepak bola tanah air yang berteriak kegirangan kala Andik Vermansyah mencetak gol yang memberikan kemenangan untuk Timnas Indonesia atas kesebelasan Singapura. Kemenangan Ini juga mengakhiri puasa kemenangan selama 14 tahun terhadap Singapura.

Sangat jelas, kemenangan ini adalah buah kerja keras seluruh pemain, akan tetapi tidak dapat dikesampingkan bahwa ketepatan dan kecerdikan Nil Maizar dalam meracik strategi dan penempatan para pemain juga ikut memberikan andil besar dalam kemenangan ini.
Kali ini tim ulasbola mencoba menganalisa rahasia penampilan mengejutkan Timnas ketika berhasil mengalahkan Singapura 1 : 0 di stadion nasional Bukit Jahlil, Kuala Lumpur kemarin :

Perubahan Formasi Timnas di Piala AFF

Nil Maizar pelatih Timnas Piala AFFDipertandingan pertama, Nil memainkan skema 4-4-2 menyerang dimana pada babak pertama Nil langsung menurunkan 3 gelandang bernaluri menyerang (Tonnie Cussel, Andik Vermansyah dan Okto), serta 2 bek sayap murni yang maju kedepan untuk membantu serangan yakni Novan dan Maitimo. Dengan demikian praktis lini pertahanan dipercaya oleh M. Toufiq sebagai gelandang jangkar dan 2 bek tengah Fachrudin dan Wijiastanto.

Terbukti Indonesia tampil menyerang akan tetapi kurangnya penyelesaian akhir membuat Timnas Indonesia tidak mampu membobol gawang Laos dalam permainan bola hidup. Sebaliknya ketika Timnas kehilangan bola mereka malah kurang siap untuk bertahan dikarenakan lambatnya para pemain menyerang untuk turun menutup pergerakan pemain-pemain Laos akhirnya dengan mudah gawang Indonesia di bobol 2 kali oleh Laos.

Belajar dari pertandingan pertama, dipertandingan melawan Singapura Nil menggunakan formasi 4-4-1-1 dan melakukan beberapa perubahan untuk lebih bertahan, antara lain Nil menginstruksikan kedua bek sayap-nya untuk memprioritaskan pertahanan dan sesekali keluar menyerang selain itu dia menempatkan 2 pemain bertipe pekerja keras seperti Mofu dan Toufiq dilini tengah, serta menarik Irfan Bachdim untuk turun ketengah mencari bola.

Diawal babak pertama pola ini terbukti berhasil meredam keunggulan teknik maupun postur tubuh yang dimiliki oleh Singapura, bahkan tidak sekali Skuad Garuda berhasil masuk menusuk dan membahayakan pertahanan Singapura.

Perubahan Gaya bermain

Pada pertandingan pertama Indonesia menggunakan gaya cepat dengan permainan passing bola daerah dan menekan sejak awal. Cara seperti ini terlihat sangat menguras fisik Skuad garuda karena setiap pemain diharuskan bergerak terus mencari dan membuka ruang untuk pemain lain memberikan umpan disisi lain seluruh pemain harus cepat kembali keposisinya dan menutup pergerakan lawan jika kehilangan bola.

Cara ini jelas menjadi blunder yang mengakibatkan Indonesia hanya bisa bermain seri 2 : 2 dengan Laos dan berkaca dengan hasil ini maka Nil melakukan perubahan agar Skuad Garuda tampil efektif antara lain.

Memainkan bola langsung dari kaki-kekaki dengan sekali-kali melakukan umpan jauh kedepan untuk menforsir fisik para pemain belakang, selain itu Nil meminta para pemain untuk bermain pragmatis dan efisien, bertahan solid dan melakukan serang balik dengan satu, dua sentuhan.

Pola ini cukup sukses diterapkan, mengandalkan Ellie Aiboy sebagai penyuplai bola utama kedepan Skuad Garuda sangat cepat dalam melakukan serangan, Sebaliknya berbekalkan Mofu, Toufiq dan Okto Timnas cukup solid dalam bertahan dan inilah salah satu faktor yang membuat Timnas Singapura tampil frustrasi hingga kehilangan konsentrasi.

Adanya unsur kejutan

Dipenampilan perdana Timnas Indonesia bermain tanpa unsur kejutan semua mudah ditebak dari formasi, pemain yang akan diturunkan, gaya permainan dan alur serangan. Ini membuat pekerjaan rumah Timnas Laos semakin mudah. Hanya ada 3 nama yang patut diwaspadai di Timnas saat ini yakni Andik, Bambang dan Okto, dengan tampilnya ke 3 pemain tersebut sekaligus di babak pertama membuat pelatih Laos hanya cukup menginstruksikan para pemain bertahannya untuk mematikan pergerakan ketiga pemain tersebut dan terbukti hanya Andik yang mampu keluar dari tekanan dan membuat beberapa peluang yang bisa membuahkan gol penyeimbang.

Pada pertandingan kedua Nil memberikan beberapa unsur kejutan dan unsur kejutan yang pertama adalah tidak menurunkannya Andik dan Bambang Pamungkas dari menit awal hal ini membuat Timnas Singapura kehilangan target pengawalan. Dengan formasi awal seperti ini Coach Nil yakin Singapura akan terpancing untuk keluar menyerang, akan tetapi rapatnya barisan belakang Skuad Garuda membuat Skuad Singa tampak ompong dan tidak berhasil membuat peluang emas di babak pertama.

Ditengah menurunnya kondisi fisik para pemain Singapura Coach Nil Maizar menurunkan Andik Vermansyah, inilah unsur kejutan kedua yang dilakukan oleh Coach Nil didalam pertandingan itu. Walaupun masuknya Andik dibabak kedua sudah diprediksikan akan tetapi kondisi fisik para pemain yang sudah terkuras tidak mampu membendung kelihaian Andik dalam men-dribling si kulit bundar dan guna menghentikan aksi Andik, M. Irwan Shah melakukan kesalahan-kesalahan fatal pada saat melakukan pengawalan terhadap Andik yang berujung dikeluarkannya 2 kartu kuning untuk dirinya.

Dikeluarkannya M. Irwan membuat keseimbangan Tim Singapura hilang, melawan 10 orang pemain Singapura membuat Skuad garuda lebih percaya diri dan masuknya Bambang Pamungkas membuat semangat pasukan Garuda kian terangkat dan akhirnya di menit ke 87, Andik membuat gol Indah untuk membungkam kubu Singapura.

Tampil Tanpa Tekanan

Bermain sebagai tim non unggulan sejak kompetisi ini digulirkan memberikan pengaruh positif bagi performa Skuad Garuda, walaupun dipenampilan awal kita hanya bisa bermain seri melawan Laos akan tetapi posisi non unggulan membuat Skuad Garuda bisa bermain lebih optimal dan sabar sehingga mereka bisa memaksimalkan seluruh potensi pemain yang ada termasuk memaksimalkan kesempatan mencetak gol.

Mudah-mudahan hasil bagus saat menghadapi Singapura bisa berulang dipertandingan melawan Malaysia, karena dengan 4 poin yang sudah dimiliki Skuad Garuda saat ini berarti mereka hanya perlu bermain imbang melawan Malaysia untuk lolos ke Semi Final. Sebaliknya sang juara bertahan Malaysia harus membukukan kemenangan untuk melangkah ke babak selanjutnya.

Check Also

Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club (Odds 0 - 3/4) Karakteristik Tim Sevilla KekuatanMenyerang melalui sayapSangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>