Home > All Articles > Nil Maizar, Patriot Sejati yang Dilupakan
Nil Maizar

Nil Maizar, Patriot Sejati yang Dilupakan

Saat ini timnas Indonesia sedang bersiap menghadapi pertandingan melawan Arab Saudi di Penyisihan Piala Asia 2015. Setelah kekuatan timnas Indonesia sempat compang-camping akibat dualisme kompetisi dan kepengurusan, kini persiapan skuad Garuda menghadapi lanjutan babak penyisihan Grup C Pra Piala Asia (PPA) 2015 diwarnai dengan pergantian kontoversial di tubuh tim pelatih. Badan Tim Nasional (BTN) yang dibentuk PSSI, sebelumnya telah menunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih kepala timnas Indonesia. Pelatih asal Argentina itu dikontrak selama dua tahun. Pemusatan latihan pun digelar sejak awal Maret 2013 lalu. Meski awalnya sepi peminat, pemusatan latihan tetap berjalan dan para pemain pun mulai berdatangan, termasuk pemain-pemain dari Liga Super Indonesia (ISL) yang sebelumnya sempat dilarang PSSI memperkuat tim Merah Putih. Larangan itu terkait dualisme kompetisi dan kepengurusan sepakbola di Indonesia.

Sayang kehadiran para pemain ISL ternyata tak membuat masalah selesai. Sebaliknya, situasi pemusatan latihan timnas Indonesia tiba-tiba berubah tidak kondusif saat Blanco membuat keputusan kontroversial dengan memulangkan 14 pemain ISL, Jumat, 15 Maret 2013 lalu. Tak ada penjelasan resmi dari Blanco mengenai pencoretan tersebut. Pasalnya, saat latihan sore harinya, Blanco justru absen karena sakit. Dua hari setelah keputusan kontroversial tersebut, PSSI memutuskan untuk mengistirahatkan Blanco. Setelah mengistirahatkan Blanco, PSSI  menunjuk Rahmad Darmawan untuk menangani timnas senior melawan Arab Saudi.

Di tengah hiruk pikuk persiapan timnas Indonesia tadi, banyak orang yang melupakan sosok yang telah berjasa besar bagi timnas Indonesia. Dialah Nil Maizar, seorang patriot sejati asal Ranah Minang yang sebelumnya digantikan dengan semena-mena oleh ketua PSSI, Djohar Arifin pasca timnas Indonesia selesai bertanding melawan Irak di pertandingan pertama Penyisihan Piala Asia 2015.

nil maizarNil Maizar ditunjuk menjadi pelatih kepala timnas senior Indonesia mulai April 2012 hingga April 2014, atau selama kualifikasi Piala Asia 2015 berlangsung berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang ditanda tangani langsung oleh Djohar Arifin. Nil Maizar melatih timnas senior Indonesia  menggantikan  Aji Santoso yang dipilih menangani timnas Indonesia U-23. Nil Maizar ditunjuk PSSI sebagai pelatih timnas Indonesia karena prestasinya membawa Semen Padang menjuarai kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim lalu.

Dengan semangat patriotisme mengemban tugas negara untuk melatih timnas Indonesia, Nil Maizar rela untuk meninggalkan klub yang dia cintai Semen Padang. Nil Maizar sampai meneteskan airmata saat mengadakan salam perpisahan kepada pendukung tim Semen Padang saat Semen Padang menang 2-1 atas Persebaya pada 15 April 2012 lalu. Nil Maizar seolah berat meninggalkan tim yang berperan besar terhadap perkembangan karirnya, baik sebagai pelatih maupun sebagai pemain. Ribuan pendukung Semen Padang yang memadati Stadion Agus Salim memberikan standing ovation kepada Nil Maizar pada pertandingan perpisahan ini.

NEXT –> Manis Getir Nil Maizar Saat Melatih Timnas Indonesia
–> Klik page 2 untuk baca halaman berikutnya

Check Also

Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club (Odds 0 - 3/4) Karakteristik Tim Sevilla KekuatanMenyerang melalui sayapSangat …