Home > All Articles > Reformasi Gagal Nerrazzurri

Reformasi Gagal Nerrazzurri

Prestasi Nerazzurri Inter Milan sangat mengenaskan sejak semusim lalu dan tak kunjung bangkit hingga saat ini. Nerazzurri Inter Milan terancam gagal meraih trofi dalam dua musim berturut-turut. Ambruknya prestasi Inter Milan tak lain berkat kesalahan yang dilakukan intern tim dan juga kesialan yang menimpa mereka.

Musim 2009/2010 merupakan musim terbaik sepanjang sejarah Inter Milan dimana saat itu mereka meraih treble juara bergengsi Liga Champions, Liga Italia Serie A, dan Coppa Italia. Pada waktu itu Inter Milan masih dilatih Jose Mourinho. Selepas kesuksesan meraih treble juara, Mourinho memutuskan pindah ke Real Madrid. Posisi Mourinho digantikan oleh Rafael Benitez. Namun keputusan memberikan pekerjaan sebagai pelatih Nerazzuri kepada Rafa Benitez menjadi blunder bagi Inter Milan. Inter Milan hanya menang 6 kali dan kalah 4 kali dari 15 pertandingan awal Serie A, akibatnya Rafa Benitez dipecat oleh Massimo Moratti dan digantikan oleh Leonardo Nascimento. Leonardo akhirnya menyelamatkan prestasi Nerrazzuri dengan membawa Nerazzuri meraih juara Coppa Italia 2011.

Pada akhir musim 2010/2011, Leonardo membuat keputusan mendadak menolak perpanjangan kontrak melatih Inter Milan dan memutuskan pindah untuk menjadi direktur teknik Paris Saint Germain. Sejak inilah berbagai blunder dilakukan Massimo Moratti dan manajemen Inter Milan.

Massimo Moratti menunjuk Gian Piero Gasperini sebagai pelatih baru Nerrazzuri  di awal musim 2011/2012. Sebenarnya banyak pihak yang sudah menyangsikan kemampuan Gian Piero Gasperini, karena pelatih ini belum berpengalaman melatih tim-tim besar, dan juga taktik permainan yang kerap ia peragakan terlalu menyerang yaitu 3-1-3-3 yang jauh dari pakem catenaccio ciri khas klub Italia. Akibatnya pun gampang ditebak, Inter Milan hancur lebur gagal menang dalam tiga pertandingan awal Serie A 2011/2012. Gasperini pun langsung dipecat oleh Moratti.

Claudio Ranieri langsung ditunjuk untuk menggantikan Gasperini. Namun Ranieri juga gagal mengangkat prestasi Inter Milan dan akhirnya digantikan oleh pelatih muda Andrea Stramaccioni pada Maret 2012 lalu. Stramaccini akhirnya membawa Inter Milan menduduki peringkat enam klasemen akhir Serie A musim 2011/2012.

Awal musim 2012/2013 penampilan Inter Milan sangat menjanjikan, dan diprediksi banyak orang bakal menjadi pesaing kuat merebut gelar scudetto setelah Nerazzurri sukses mengalahkan Fiorentina, AC Milan, dan Juventus dan sempat lama wara-wiri di posisi tiga besar Serie A. Namun sejak pertengahan November 2012 penampilan Inter Milan ambruk karena satu per satu pemain andalan tumbang karena cedera. Diawali dengan cederanya Diego Milito, setelah itu puluhan pemain Inter Milan bergantian terkena cedera.

Efek badai cedera pemain membuat Inter Milan gagal bersaing dengan tim papan atas lainnya di Serie A. Inter Milan juga gagal merengkuh prestasi di Liga Europa setelah tersingkir di babak 16 besar.

Kini satu-satunya peluang Inter Milan untuk menyelamatkan musim yang buruk adalah meraih prestasi puncak di ajang Coppa Italia. Inter Milan telah mencapai babak semifinal dan akan menghadapi AS Roma pada malam nanti. Inter Milan tak boleh kalah dari AS Roma bila tak ingin semakin terpuruk di kancah sepakbola Italia. Apapun hasil yang diraih Inter Milan di Coppa Italia malam nanti, Nerarazzuri perlu mereformasi skuad pemain dan juga merekrut pelatih yang lebih berpengalaman menjalani musim depan.

Check Also

Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club (Odds 0 - 3/4) Karakteristik Tim Sevilla KekuatanMenyerang melalui sayapSangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>