Home > All Articles > Ruud Gullit: The Black Tulip

Ruud Gullit: The Black Tulip

Cerdas, cepat, bervisi luas, kuat, terampil, berani, juga tak kenal lelah. Sederet kata itu cukup untuk menggambarkan sosok Ruud Gullit kala masih aktif sebagai pemain. Saat bertanding, Gullit akan berada di seluruh area lapangan. Pemain berjuluk The Black Tulip ini tipe penjelajah yang tak kenal lelah. Dia juga kuat dalam adu udara dan memiliki sundulan super kencang. Soal umpan, dia cerdik dan akurat. Produktivitas Marco van Basten di timnas maupun di AC Milan tak lepas dari assist Gullit.

Ruud GullitMengawali karier sejak bocah di Meerboys, Gullit memang spesial. Dia berkembang paling cepat di antara rekan-rekannya hingga Harleem berani memakainya di kompetisi senior saat umurnya baru 17 tahun. Meski muda, pengaruhnya sangat luar biasa sehingga klub-klub besar bergiliran memakai jasanya. Setelah bermain di Feyenoord dan PSV Eindhoven, dia memecahkan rekor transfer pemain pada 1987 saat dibeli Milan senilai 6,5 juta Pounds. “Gullit pemain yang sangat dibutuhkan Milan. Dia tipe pemain yang bisa mengubah banyak hal,” puji Presiden Milan, Silvio Berlusconi, waktu itu.

Pujian yang tak berlebihan. Apalagi tahun itu dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa dan Pemain Terbaik Dunia. Pernyataan Berlusconi makin terbukti setelah Gullit tampil luar biasa di Piala Eropa 1988. Bersama Frank Rijkaard dan Van Basten, dia menjadi kunci sukses Belanda. Sejak itu nama Gullit makin berkibar. Prestasi-prestasi besar berurutan dia persembahkan. Kecuali di Harleem. Tapi, setidaknya dia mampu membuat Harleem bersaing dengan klub Belanda lainnya dan terhindar dari degradasi. Dalam 91 penampilan di klub itu, dia mencetak 32 gol.

Puncak prestasinya tentu di AC Milan. Dia meraih segalanya, mulai dari Juara Serie-A, Liga Champions, Piala Super Eropa, sampai Piala Toyota. Sayang, cedera lutut membuatnya harus disingkirkan ke Sampdoria. Meski begitu, dia masih bisa memberikan gelar Coppa Italia. Bahkan di ujung kariernya bersama Chelsea, dia masih memberikan gelar Piala FA.

Ruud Gullid dan Konflik

Posisi Gullit sebagai gelandang tak membuatnya mandul. Sepanjang kariernya, dia tampil di 465 pertandingan dengan torehan 175 gol. Yang hebat, Gullit juga tipe pemikir. Dia pernah mengusulkan agar pergantian pemain diperbanyak sampai tujuh orang. Namun, pada

Ruud Gullit

15 menit terakhir hanya boleh sekali pergantian. Sayang, Gullit kadang kelewat keras dan teguh pada pendirian. Itu yang membuatnya kerap terlibat konflik dengan orang-orang terdekatnya. Ketika di Milan, dia berseteru dengan kapten Franco Baresi dan pelatih Fabio Capello. Sejak Capello masuk, Gullit kabarnya tak pernah saling bertatap muka. Pindahnya Gullit ke Sampdoria pada musim 1993-94 diperkirakan dipicu konflik itu. Padahal, Gullit waktu itu masih tampil bagus.

Di timnas Belanda juga demikian. Dia sering bentrok dengan pelatih Dick Advocaat. Pada 1993 dia mundur dari timnas karena tak bisa bekerja sama dengan Advocaat. Setahun kemudian dia kembali membela Der Oranje, tapi kemudian meninggalkan sesi latihan dengan kemarahan. Setak itu dia tak pernah memakai seragam Oranje lagi.

Ketika pindah ke Chelsea sebagai pemain merangkap manajer, dia tak sejalan dengan manajemen. Pembicaraan kontraknya pun tak pernah selesai. Gullit akhirnya dipecat dengan alasan punya kehidupan pribadi yang tak layak dicontoh. Dia dianggap playboy. Gullit sendiri mengaku agak playboy, tapi dia tahu bersikap profesional dalam sepakbola. “Aku telah larut dalam egoku. Menyenangkan bisa bermain di berbagai klub dan keliling dunia. Di mana pun bermain, aku berusaha seprofesional mungkin. Tapi, aku gagal sebagai bapak,” ujar Gullit yang memiliki enam anak dari tiga wanita itu.

Lantas ketika menjadi manajer Newcastle dia tak akrab dengan sang kapten, Alan Shearer. “Membayar mahal untuk Shearer merupakan sebuah pemborosan,” kata dia kala itu. Sejak itu, dia dan idola Newcastle United tersebut tak pernah akur.

Lepas dari sisi-sisi buruk itu, sebagai pemain Gullit nyaris tanpa cela. Sebaliknya, penuh puja-puji bertaburan di sekitarnya. Seindah julukannya, Bunga Tulip Hitam. Dia selalu setia memamerkan permainan eksplosif, menguasai setiap inci lapangan, membuka peluang, ikut menahan gempuran lawan, juga produktif mencetak gol. Pemain yang nyaris selalu meninggalkan gelar di setiap klub yang dibelanya.

Fakta Ruud Gullit

Nama lengkap :Ruud Gullit
Julukan :The Black Tulip (Bunga Tulip Hitam)
Lahir :Amsterdam (Belanda), 1 September 1962
Posisi :Midfielder
Nomor kostum :10 (AC Milan), 4 (Sampdoria & Chelsea)

Karier Klub :

  • Haarlem (1978-82),
  • Feyenoord Rotterdam (1982-85),
  • PSV Eindhoven (1985-87),
  • AC Milan (1987-93),
  • Sampdoria (1993-94),
  • AC Milan (1994),
  • Sampdoria (1994-95),
  • Chelsea (1995-98)

Karier timnas  Belanda : 66 main; 17 gol (1981-94)

Prestasi :

  • Pemain terbaik Eropa (1987),
  • Pemain terbaik Dunia (1987, 1989),
  • Juara Piala Eropa 1988,
  • Juara Eredivisie 1983-84 (Fayenoord), 1985-86 dan 1986-87 (PSV),
  • Juara Piala Belanda 1984 (Feyenoord),
  • Juara Serie-A 1987-88, 1991-92, 1992-93 (Milan),
  • Juara Coppa Italia 1994 (Sampdoria),
  • Juara Liga Champions 1988-89, 1989-90 (Milan),
  • Juara Piala Super Eropa 1990 (Milan),
  • Juara Piala Toyota 1990 (Milan),
  • Juara Piala FA 1997 (Chelsea).

Check Also

Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club (Odds 0 - 3/4) Karakteristik Tim Sevilla KekuatanMenyerang melalui sayapSangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>