Home > All Articles > Ancelotti Nyaris Sial Besar Untuk Ketiga Kalinya Di Liga Champions

Ancelotti Nyaris Sial Besar Untuk Ketiga Kalinya Di Liga Champions

Carlo Ancelotti merupakan salah satu pelatih tersukses di daratan Eropa, yang pernah meraih juara di tiga liga berbeda, yakni membawa AC Milan jadi juara di Liga Italia Serie A, mengantarkan Chelsea jadi juara English Premier League, serta membawa Paris Saint Germain jadi juara Ligue 1 Prancis.

Selain itu Ancelotti sukses berjaya di kompetisi Eropa dan internasional, dengan membawa AC Milan dua kali juara Liga Champions serta sekaqli juara Piala Dunia Antar Klub. Ancelotti juga mengantarkan Real Madrid menjadi juara Liga Champions pada musim lalu, dan juga membawa Real Madrid memenangkan Piala Dunia Antar Klub pada bulan Desember 2014 lalu.

Dibalik kesuksesannya dalam melatih, Carlo Ancelotti pernah beberapa kali mengalami masa-masa sulit bersama satu klub. Ancelotti bahkan pernah mengalami kekalahan memalukan yang bakal dikenang lama dalam sejarah sepakbola.

Carlo Ancelotti saat menangani AC Milan pernah dua kali mengalami nasib sial di Liga Champions, kalah menyakitkan dalam kondisi sempat unggul banyak gol. Pada musim 2003-04 silam di babak perempat final Liga Champions, AC Milan tersingkir secara menyakitkan oleh Deportivo La Coruna. Pada duel leg pertama yang berlangsung di Stadion San Siro, AC Milan menang dengan skor telak 4-1 atas Deportivo La Coruna. Namun siapapun tak bakal menyangka jika Deportivo La Coruna bisa membalikkan keadaan di leg kedua. Deportivo La Coruna bermain luar biasa di leg kedua menghabis AC Milan dengan skor telak 4-0, yang membuat AC Milan tersingkir.

Semusim kemudian AC Milan berhasil menembus babak final Liga Champions, dan berhadapan dengan Liverpool dalam laga yang diadakan di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul. AC Milan sepertinya bakal menjadi juara setelah pada babak pertama telah unggul 3-0 atas Liverpool. Namun diluar dugaan mampu menyamakan skor jadi 3-3 di babak kedua. Ancelotti dan AC Milan akhirnya harus menangis, karena Liverpool sukses memenangkan pertandingan melalui babak adu penalti.

Dua kesialan besar di Liga Champions tersebut nyaris terjadi kembali kepada diri Carlo Ancelotti beberapa jam lalu  di Stadion Santiago Bernabeu. Sebelum laga dimainkan, Real Madrid diprediksi banyak orang bakal menang mudah atas Schalke di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, mengingat pada leg pertama Real Madrid menang 2-0. Namun diluar dugaan Schalke bermain penuh semangat dan juga koordinasi di lini pertahanan Real Madrid sangat buruk.

Di babak pertama yang berkesudahan 2-2, Schalke sempat dua kali unggul gol. Real Madrid lalu berbalik unggul 3-2 berkat gol Benzema. Namun Schalke bisa membalas dengan dua gol, yang dibuat oleh Leroy Sane dan Huntelaar. Pada akhir-akhir menit babak kedua, Schalke memborbardir lini pertahanan Real Madrid. Beruntung berbagai peluang yang dibuat Schalke masih bisa diantispasi dengan baik oleh Iker Casillas, sehingga Schalke tak mampu menambah gol lagi. Schalke pun harus tersingkir di babak 16 besar Liga Champions, walau menang 4-3 di leg kedua melawan Real Madrid. Di sisi lain, Ancelotti hanya nyaris sial besar untuk ketiga kalinya di Liga Champions. Perbedaan antara sukses dan gagal, terkadang hanya berbeda tipis. Pada laga di Santiago Bernabeu malam tadi, Ancelotti dan Real Madrid meraih sukses walaupun kalah.

( yos mo)

Check Also

Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club

Prediksi La Liga 2016/2017: Sevilla vs Athletic Club (Odds 0 - 3/4) Karakteristik Tim Sevilla KekuatanMenyerang melalui sayapSangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>