Home > All Articles > Jelang Real Madrid vs Galatasaray: Dendam Pemain Terbuang

Jelang Real Madrid vs Galatasaray: Dendam Pemain Terbuang

Pada pertandingan perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Galatasaray banyak pihak yang menjagokan El Real bakal lolos dengan mudah ke babak semifinal. Jadi bisa dikatakan Galatasaray hanya menjadi underdog pada duel ini.

Namun kubu Real Madrid tak boleh lengah dengan melupakan fakta bahwa Galatasaray saat ini dihuni oleh barisan pemain internasional kelas lumayan berat yang berpengalaman tampil di level atas seperti Albert Riera, Wesley Sneijder, Fernando Muslera, Didier Drogba, Felipe Melo, Emmanuel Eboue, Tomas Ujfaluis, dan Johan Elmander. Belum lagi Galatasaray dihuni oleh pemain-pemain timnas Turki seperti Burak Yilmaz, Hamit Altintop, Umut Bulut, Gokhan Zan, Selcuk Inan, Sabri Sarioglu, Hakan Balta dan Semih Kaya. Dan jangan lupakan sosok hebat yang melatih Galatasaray, Fatih Terim yang merupakan legenda sepakbola Turki dengan julukan Sang Kaisar.

Dari barisan pemain Galatasaray tadi ada dua sosok yang patut menjadi perhatian kubu Real Madrid, yaitu Wesley Sneijder dan Hamit Altintop. Ya, kedua pemain ini merupakan eks pemain Madrid yang pernah disia-siakan oleh El Real karena berbagai sebab. Jadi kedua pemain ini memiliki misi balas dendam karena pernah dibuang begitu saja oleh Real Madrid.

Wesley Sneijder dibeli mahal Real Madrid dari Ajax Amsterdam seharga 27 juta Euro pada awal musim 2007/2008 dan langsung mengenakan jersey nomor 23 yang sebelumnya dipakai oleh David Beckham. Dan beberapa bulan kemudian Sneijder bahkan dipercaya memakai kostum dengan nomor spesial yakni nomor 10, mengisi nomor yang ditinggalkan Robinho yang pindah ke Manchester City.

Sneijder sempat merasakan kesuksesan di musim pertamanya bersama Real Madrid. Namun hantaman cedera dan kegagalan Real Madrid mempertahankan juara La Liga membuat Sneijder kehilangan tempat dari skuad inti El Real. Pada awal musim 2009/2010, pelatih Inter Milan saat itu Jose Mourinho dengan jeli memboyong Sneijder yang sedang gundah terbuang di Real Madrid. Berkat kepercayaan penuh yang diberikan Mourinho kepada Sneijder, pemain Belanda ini membuktikan diri sebagai pemain hebat dengan menjadi otak utama yang membawa Inter Milan merebut treble winner di musim 2009/2010. Sejak saat itulah Sneijder diberi julukan The Sniper karena kehebatannya memberi umpan terobosan dan mengeksekusi bola-bola mati.

Nasib lebih miris dirasakan oleh Hamit Altintop sewaktu membela panji Real Madrid. Selepas bertahun-tahun menjadi andalan lini tengah Bayern Munchen, Hamit Altintop memutuskan pindah ke Real Madrid pada musim 2011/2012. Namun di Hamit Altintop hanya menjadi penghangat bangku cadangan Real Madrid saja, sepanjang musim Hamit Altintop diturunkan hanya dalam 5 pertandingan dengan jumlah menit bermain 158 menit, suatu keadaan yang tragis mengingat Hamit Altintop merupakan salah satu pemain terbaik di timnas Turki.

Jadi pada pertandingan Real Madrid vs Galatasaray nanti, Sneijder dan Hamit Altintop, dua pemain yang terbuang di Real Madrid,bakal menjadi sosok informan bagi Galatasaray tentang seluk beluk kelemahan tim ibukota Spanyol tersebut.

Check Also

Monaco vs Nantes

Prediksi Liga Prancis 2016/2017: Monaco vs Nantes

Prediksi Liga Prancis 2016/2017: Monaco vs Nantes (Odds 0 - 1 1/4) Posisi Kedua Tim di Klasemen Liga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>